Pool penambangan adalah kelompok penambang kripto yang menggabungkan daya komputasi untuk menemukan blok lebih sering dan membagi hadiah secara proporsional.
Solo mining Bitcoin saat ini secara statistik setara dengan membeli satu tiket lotre melawan jutaan pesaing. Waktu yang diharapkan bagi solo miner dengan 100 TH/s (ASIC modern) untuk menemukan blok Bitcoin adalah lebih dari 10 tahun. Mining pool mengatasi hal ini dengan menggabungkan hash power — mengubah jackpot langka menjadi aliran pendapatan yang dapat diprediksi.
Ketika pool menemukan blok, hadiah 3,125 BTC dibagi di antara semua peserta berdasarkan kontribusi hash power masing-masing. Alih-alih menunggu bertahun-tahun untuk satu pembayaran, para miner menerima pembayaran kecil yang konsisten — terkadang setiap hari.
Mining pool mengenakan biaya 1-3% dari pendapatan untuk koordinasi. Model pembayaran berbeda-beda: PPS (Pay Per Share) membayar Anda untuk setiap share valid yang dikirimkan terlepas dari keberuntungan blok — pendapatan yang dapat diprediksi, biaya lebih tinggi. PPLNS (Pay Per Last N Shares) menghargai loyalitas dan kontribusi terbaru — biaya lebih rendah tetapi variasi lebih besar. FPPS (Full Pay Per Share) menyertakan pendapatan biaya transaksi dalam perhitungan share — saat ini model paling populer untuk Bitcoin.
Ukuran: pool yang lebih besar berarti pembayaran lebih sering tetapi lebih kecil. Pool yang lebih kecil menawarkan pembayaran lebih besar tetapi lebih jarang. Struktur biaya: bandingkan total biaya efektif, bukan hanya biaya yang tercantum. Batas penarikan: berapa banyak yang Anda butuhkan sebelum menerima pembayaran — penting bagi miner kecil. Lokasi server: server yang lebih dekat mengurangi latensi dan share yang ditolak. Reputasi: cari pool yang telah beroperasi tanpa masalah selama bertahun-tahun.
Mining pool Bitcoin terbesar berdasarkan hash rate: Foundry USA (~30%), AntPool (~20%), F2Pool (~12%), ViaBTC (~10%).
Kekhawatiran yang semakin meningkat: jika ada entitas yang mengendalikan 51%+ dari total hash rate Bitcoin, mereka secara teoritis dapat mereorganisasi blockchain — melakukan double-spend transaksi, menyensor blok. Ini adalah serangan 51%. Saat ini, tidak ada satu pool pun yang mengendalikan sebanyak ini, tetapi 3 pool teratas bersama-sama sering melebihi 51% — menimbulkan pertanyaan tentang risiko koordinasi.